Takut
Operasi Lepas Pen di Kaki
Seperti yang sudah kuceritakan pada
tulisanku yang sebelumnya aku telah melakukan operasi pemasangan pen pada
tanggal 2 Februari 2014. Menurut dokter yang mengoperasiku, pelepasan pen sudah
bisa dilakukan minimal satu tahun setelah pemasangan. Demikian juga pemakaian
pen sebaiknya tidak lebih dari dua tahun.
Sejujurnya entah kenapa aku takut banget
buat menjalani operasi pelepasan pen ini, sampai-sampai aku nangis saking
takutnya. Padahal seumur hidup aku sudah pernah menjalani empat kali operasi (amandel,
tulang hidung bengkok, usus buntu dan pemasangan pen). Yang membuat aku takut
adalah bius spinal yang menimbulkan sensasi rasa kesetrum di area tertentu.
Pada proses pembiusan spinal saat operasi pemasangan pen, aku sempat bergerak
karena kaget. Padahal kalau bius spinal itu benar-benar ga boleh bergerak
selama proses penyuntikan. Namun pada akhirnya, aku menjalani operasi pelepasan
pen pada tanggal 5 Mei 2017.
Proses
Pemulihan Pasca Operasi Lepas Pen
Sama seperti operasi yang sebelumnya,
jahitan baru bisa dibuka minimal 2 minggu setelah operasi. Selama itu aku
dilarang berjalan menggunakan kaki kananku, sehingga untuk berjalan aku
menggunakan bantuan tongkat kruk dan bertumpu pada kaki kiriku. Setelah jahitan
dibuka, dokter memperbolehkanku jalan dengan kedua kaki namun tetap menggunakan
kruk selama 2 minggu, alasannya?? Haha karena tubuhku gemuk. Jadi sebenarnya
menurut dokter, aku sudah boleh berjalan tanpa kruk jika badanku langsing.
Karena aku ingin cepat pulih tentu saja kuturuti saran dokter. Sebulan setelah
operasi aku baru benar-benar bisa berjalan tanpa bantuan apapun.
Untuk jaga-jaga selama tiga bulan aku ga
melakukan aktifitas yang memberatkan kakiku. Aku menghindari untuk mengangkat
barang-barang berat, naik turun tangga atau berdiri terlalu lama. Maklum aku
jadi ekstra hati-hati, pernah mengalami patah tulang bukanlah pengalaman yang
mudah untuk dilalui.
Kenapa
Harus Operasi Lepas Pen??
Kenapa harus operasi Lepas Pen?? Itu
karena pemakaian pen jangka panjang justru bisa beresiko patah tulang di bagian
lainnya. Alasannya karena tulang bersifat elastis sementara pen adalah benda
padat, sehingga kemungkinan akan terjadi tarik menarik. Apalagi karena letaknya
di kaki yang pastinya akan sering digunakan untuk berjalan setiap saat. Menakutkan
bukan!? Maka dari itu meskipun takut, kukumpulkan segenap tekad untuk menjalani
operasi tersebut. Operasinya pun hanya memakan waktu kurang dari setengah jam.
Tidak seperti operasi pemasangan pen yang memakan waktu satu setengah jam.
Terlebih karena bius spinal membuat pasiennya tetap sadar, pastinya akan sangat
membosankan jika harus menunggu lama-lama.
![]() |
| Pen yang Diberikan Pasca Operasi Pelepasan |
Rasanya lega banget, karena selama
kurang lebih 3 tahun memakai pen aku merasa kurang bebas. Terkadang ada rasa
nyeri yang luar biasa. Pernah aku nyaris kepeleset karena lantai licin, ada
rasa ngilu akibat tulang yang menegang beradu dengan pen. Ada kalanya aku
merasa kakiku sangat pegal di daerah betis. Saat masih memakai pen aku menuruni
anak tangga dengan mendahulukan kaki kiri, karena rasanya sakit jika menapak
dengan kaki yang ada pennya. Kini semua rasa sakit itu sudah hilang. Penaklukanku
akan rasa takut menaiki meja operasi telah terbayarkan.
Mitos
Memakai Pen: Udara Dingin Ngilu, Ada Petir Kesetrum???
![]() |
| Pen yang Sudah Dibersihkan |
Banyak yang bilang soal mitos memakai
pen, yaitu jika udara sedang dingin akan sangat ngilu. Malahan ada juga yang
lebih ngaco lagi bilang kalau ada petir bisa kesetrum. Cuma bisa cengar-cengir
kalau ingat semua perkataan orang-orang itu. Yang jelas aku buru-buru lepas pen
bukan karena mitos itu. Seperti yang kuceritakan tadi, aku lebih takut resiko
patah lagi. Ngilu yang aku rasain hanya kadang-kadang, baik saat cuaca panas
ataupun dingin. Biasanya rasa ngilu timbul akibat aku terlalu banyak berjalan
alias terlalu capek. Kalau kesetrum pas ada petir, lebih-lebih lagi ga pernah.
Mungkin iya bisa kesetrum asalkan aku berdiri di tengah lapangan luas atau
duduk dekat pohon pas lagi banyak petir. Lagian itu namanya bukan kesetrum,
tapi kesamber petir.
Oke sekian cerita operasi pelepasan pen
di kakiku. Bagi kalian yang mungkin masih mikir dua kali buat lepas pen atau
ga, aku sarankan dengan amat sangat sebaiknya iya. Jangan takut, banyak berdoa,
minta support dari orang-orang tersayang. Biasanya dokter anastesi (yang bertugas
membius) akan berusaha menenangkan pasien yang ketakutan saat di ruang operasi,
jadi dijamin rasanya ga akan terlalu tegang-tegang amat. (Ai)


