Tampilkan postingan dengan label mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mitos. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Desember 2017

Pengalaman Operasi Lepas Pen Kaki

Takut Operasi Lepas Pen di Kaki

Setelah Keluar dari Ruang Operasi
Seperti yang sudah kuceritakan pada tulisanku yang sebelumnya aku telah melakukan operasi pemasangan pen pada tanggal 2 Februari 2014. Menurut dokter yang mengoperasiku, pelepasan pen sudah bisa dilakukan minimal satu tahun setelah pemasangan. Demikian juga pemakaian pen sebaiknya tidak lebih dari dua tahun.
 
Sejujurnya entah kenapa aku takut banget buat menjalani operasi pelepasan pen ini, sampai-sampai aku nangis saking takutnya. Padahal seumur hidup aku sudah pernah menjalani empat kali operasi (amandel, tulang hidung bengkok, usus buntu dan pemasangan pen). Yang membuat aku takut adalah bius spinal yang menimbulkan sensasi rasa kesetrum di area tertentu. Pada proses pembiusan spinal saat operasi pemasangan pen, aku sempat bergerak karena kaget. Padahal kalau bius spinal itu benar-benar ga boleh bergerak selama proses penyuntikan. Namun pada akhirnya, aku menjalani operasi pelepasan pen pada tanggal 5 Mei 2017.

Proses Pemulihan Pasca Operasi Lepas Pen

Sama seperti operasi yang sebelumnya, jahitan baru bisa dibuka minimal 2 minggu setelah operasi. Selama itu aku dilarang berjalan menggunakan kaki kananku, sehingga untuk berjalan aku menggunakan bantuan tongkat kruk dan bertumpu pada kaki kiriku. Setelah jahitan dibuka, dokter memperbolehkanku jalan dengan kedua kaki namun tetap menggunakan kruk selama 2 minggu, alasannya?? Haha karena tubuhku gemuk. Jadi sebenarnya menurut dokter, aku sudah boleh berjalan tanpa kruk jika badanku langsing. Karena aku ingin cepat pulih tentu saja kuturuti saran dokter. Sebulan setelah operasi aku baru benar-benar bisa berjalan tanpa bantuan apapun.
 
Untuk jaga-jaga selama tiga bulan aku ga melakukan aktifitas yang memberatkan kakiku. Aku menghindari untuk mengangkat barang-barang berat, naik turun tangga atau berdiri terlalu lama. Maklum aku jadi ekstra hati-hati, pernah mengalami patah tulang bukanlah pengalaman yang mudah untuk dilalui.

Kenapa Harus Operasi Lepas Pen??

Kenapa harus operasi Lepas Pen?? Itu karena pemakaian pen jangka panjang justru bisa beresiko patah tulang di bagian lainnya. Alasannya karena tulang bersifat elastis sementara pen adalah benda padat, sehingga kemungkinan akan terjadi tarik menarik. Apalagi karena letaknya di kaki yang pastinya akan sering digunakan untuk berjalan setiap saat. Menakutkan bukan!? Maka dari itu meskipun takut, kukumpulkan segenap tekad untuk menjalani operasi tersebut. Operasinya pun hanya memakan waktu kurang dari setengah jam. Tidak seperti operasi pemasangan pen yang memakan waktu satu setengah jam. Terlebih karena bius spinal membuat pasiennya tetap sadar, pastinya akan sangat membosankan jika harus menunggu lama-lama.

Pen yang Diberikan Pasca Operasi Pelepasan
Rasanya lega banget, karena selama kurang lebih 3 tahun memakai pen aku merasa kurang bebas. Terkadang ada rasa nyeri yang luar biasa. Pernah aku nyaris kepeleset karena lantai licin, ada rasa ngilu akibat tulang yang menegang beradu dengan pen. Ada kalanya aku merasa kakiku sangat pegal di daerah betis. Saat masih memakai pen aku menuruni anak tangga dengan mendahulukan kaki kiri, karena rasanya sakit jika menapak dengan kaki yang ada pennya. Kini semua rasa sakit itu sudah hilang. Penaklukanku akan rasa takut menaiki meja operasi telah terbayarkan.

Mitos Memakai Pen: Udara Dingin Ngilu, Ada Petir Kesetrum???

Pen yang Sudah Dibersihkan
Banyak yang bilang soal mitos memakai pen, yaitu jika udara sedang dingin akan sangat ngilu. Malahan ada juga yang lebih ngaco lagi bilang kalau ada petir bisa kesetrum. Cuma bisa cengar-cengir kalau ingat semua perkataan orang-orang itu. Yang jelas aku buru-buru lepas pen bukan karena mitos itu. Seperti yang kuceritakan tadi, aku lebih takut resiko patah lagi. Ngilu yang aku rasain hanya kadang-kadang, baik saat cuaca panas ataupun dingin. Biasanya rasa ngilu timbul akibat aku terlalu banyak berjalan alias terlalu capek. Kalau kesetrum pas ada petir, lebih-lebih lagi ga pernah. Mungkin iya bisa kesetrum asalkan aku berdiri di tengah lapangan luas atau duduk dekat pohon pas lagi banyak petir. Lagian itu namanya bukan kesetrum, tapi kesamber petir.

Oke sekian cerita operasi pelepasan pen di kakiku. Bagi kalian yang mungkin masih mikir dua kali buat lepas pen atau ga, aku sarankan dengan amat sangat sebaiknya iya. Jangan takut, banyak berdoa, minta support dari orang-orang tersayang. Biasanya dokter anastesi (yang bertugas membius) akan berusaha menenangkan pasien yang ketakutan saat di ruang operasi, jadi dijamin rasanya ga akan terlalu tegang-tegang amat. (Ai)